Sebelum Memulai Bisnis

  • date September 22 2020

Memulai bisnis skala kecil menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan di masa tak menentu ini. Tidak hanya modal, Anda perlu mempersiapkan langkah-langkah dasar secara detail dan terencana untuk mengurangi risiko gagal.

1. Libatkan Keluarga

Ya, ini memang bisnis Anda, tetapi libatkan juga pasangan saat memulainya. Dengan dukungan penuh dari seluruh keluarga, terutama di fase awal, akan memudahkan Anda untuk menjalani bisnis. Tidak hanya bantuan finansial, kontribusi tenaga dan waktu juga akan membantu awal perjalanan bisnis Anda.

2. Cocokkah Saya?

Tanya diri sendiri, Anda sebenarnya cocok atau tidak untuk berbisnis, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini: Mampukah Anda bekerja dalam waktu yang panjang? Apakah Anda bisa menerima kritik? Jika terjadi goncangan keuangan, mampukah Anda mengatasinya? Jika mengalami banyak kesulitan di awal menjalankan bisnis, maukah Anda menjalaninya? Tulis alasan utama Anda memulai suatu bisnis.

3. Tak Sekadar Cantik

Apa pun ide bisnis Anda, pastikan bahwa produk ini dibutuhkan oleh konsumen. Boleh saja berencana menjual rajutan hasil kerajinan tangan Anda, tetapi di masa sekarang ini, bisa jadi kebutuhan pangan, masker, atau suplemen lebih tinggi daripada rajutan atau perhiasan. Tak mesti menciptakan sesuatu yang baru sama sekali. Selama Anda bisa memastikan ada pasar yang membutuhkan produk Anda, maka kesempatan bisnis Anda berjalan terbuka lebar.

4. Riset, Riset, Riset

Pastikan Anda sudah melakukan riset pasar, termasuk di mana Anda akan memasarkannya, area pemasaran, kompetitor, juga skala target konsumen. Saat berbisnis, setidaknya ada 4 pilar yang harus dikuasai: finansial, pemasaran, operasional, dan manajemen.  Evaluasi dan pantau kemampuan diri. Jika dari keempat itu Anda sadari ada yang tidak bisa Anda pegang, sebaiknya cari tenaga bantuan.

5.  Punya Mentor

Belajar dari teman atau saudara yang lebih dulu terjun di dunia bisnis. Mereka pasti memiliki banyak saran yang dapat membantu bisnis Anda. Ingat, gue kepala pasti lebih baik daripada satu.  

6.  Fleksibel

Rencana adalah rencana, yang pada praktinya bisa berubah. Saat membuat rencana bisnis, pastikan Anda memasukkan target jangka panjang dan cara Anda meraihnya melalui target-target jangka pendek. Ini akan membantu Anda lebih fokus dan mengetahui apakah Anda tetap perlu pada rencana yang sudah dicanangkan atau mengubahnya agar target tercapai. (Kanakata Creative)

 

Foto: People photo created by 8photo - www.freepik.com

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

jessica@kanakata.co

phone

085921153583

×