Post Ini di Medsos Anda!

  • date November 23 2021

Perlu diakui, media sosial itu cukup menyulitkan bagi para pelaku bisnis. Konsumen sangat sulit ditebak. Kemarin mereka menyukai post Anda, hari ini tidak – padahal isinya (menurut Anda) menarik, dan masih sejalan dengan apa yang diharapkan audiens terhadap merek atau produk Anda. Mengikuti tren post yang ada, sepertinya kok lari dengan jiwa bisnis Anda, dan hanya menambah kebisingan yang sudah terjadi di dunia online.

Yang menyedihkan, sudah begitu besar usaha yang Anda lakukan agar post tersebut memikat audiens, rasanya kok tidak berimbas langsung pada bisnis. Jangan sedih dulu, tidak ada yang benar atau salah dalam hal ini. Tapi Anda bisa belajar bagaimana sebuah post bisa secara konsisten menggaet pelanggan, sehingga mereka akan terus menantikan post Anda.

 

Produk Anda adalah Idolanya

Sebelum membandingkan post Anda dengan brand besar, dan mempertanyakan mengapa mereka bisa melakukannya dengan sangat baik dan Anda sebaliknya, sebaiknya kita perbaiki dulu miskonsepsi ini. Jangan salah, perusahaan raksasa yang sudah menyewa ‘tim ahli’ media sosial ini, juga mengalami frustrasi yang sama. Tim pasti telah merencanakan dengan sangat matang, termasuk memproduksi video dan gambar yang sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Dan ketika sudah dipost dan ternyata hasilnya tak melebihi target, akan menimbulkan keresahan baru.

Tentu, ada beberapa hal yang bisa diperhitungkan. Pertama, bukan berarti Anda sudah mengepost, orang lain akan melihatnya. Algoritma media sosiallah yang menentukan, apakah post Anda itu cocok disajikan kepada pengguna medsos. Ibaratnya, Anda pasang iklan gratis, risikonya ya tidak semua orang bisa melihatnya. Jangan lupa, dunia maya sangatlah kompetitif. Dalam hitungan detik, ada ratusan bahkan ribuat post yang berderet, menanti untuk dilirik oleh pengguna medsos. Semua pemilik brand, mau besar atau kecil, memiliki kendala serupa. Dunia maya sudah begitu ramai, gaduh, dan sulit ditaklikan, tetapi Anda masih bisa memaksimalkan dari apa yang Anda punya.

Jangan (Melulu) Membicarakan Diri Sendiri

Sesekali mempost aktivitas karyawan, boleh saja. Atau mempost interior baru di kantor. Tapi, sebenarnya audiens Anda sih nggak begitu peduli. Yang mereka perhatikan hanyalah apa yang kira-kira memengaruhi hidip mereka. Jadi, post sesuatu yang bisa menggugah emosi audiens.

Pamer Produk

Daripada iklan berkepanjangan, sebaiknya tampilkan bagaimana produk atau jasa Anda bisa membantu calon pelanggan, termasuk memberikan pemahaman tambahan bagaimana bisnis Anda dapat menjadi solusi bagi permasalahan mereka. Video bisa saja membantu, tetapi foto dan testimoni pelanggan berbicara lebih kuat.

Menambah Nilai

Oke, bisnis Anda tidak mungkin menampilkan joget tiktok atau challenge tertentu. Walaupun kelihatannya mengikuti tren, tapi pelanggan Anda akan mengernyitkan dahi dan tidak setuju. Saat orang melihat media sosial, mereka menginginkann sesuatu yang membuat mereka santai, sedikit bersenang-senang dan tersenyum, dan mendapatkan sesuatu yang baru alias belajar tentang sesuatu. Bagaimana menghubungkan ini dengan bisnis Anda? Katakanlah Anda seorang perencana keuangan, audiens Anda menginginkan tips sederhana bagaimana mengatur keuangan pribadi, berinvestasi dengan bujet tertentu, hingga cara menghitung dana pension misalnya. Audiens juga akan senang dengan hal-hal yang berbau motivasi dan inspirasi. Yang pasti, hard sell tidak begitu laku di dunia online. Dengan memposisikan konsumen sebagai temanlah yang akan menjadi nilai lebih bisnis Anda.  

Responsif!

Teman tidak akan mengabaikan orang yang berbicara dengannya. Jika ada yang mengomentari post Anda, segera tanggapi. Bahkan jika pernyataan mereka negatif, renungkan dulu beberapa menit sebelum meresponnya dengan positif. Mengingat kompetisi dunia maya sangatlah kuat, maka membalas komentar merupakan kemenangan yang BESAR. Mulailah menjalin konversas dengan mereka, dan begitu audiens lain melihat Anda menjawab semua komentar, mereka pun akan menaruh komentar di medsos Anda.

Tak Perlu Banyak Teks

Sayangnya, minat baca orang masa kini semakin menipis. Mereka lebih senang mongonsumsi konten berupa gambar dan video. Mereka masih membaca teks pendek, tetapi sebaiknya Anda fokus pada gambar dan video yang menarik. Pilih gambar dan warna terang yang memikat, sehingga audiens akan terus terpaku pada konten anda.

 

Tidak semua bisnis membutuhkan media sosial, jadi Anda tidak perlu merasa harus melakukannya karena semua orang melakukannya. Pilih satu-dua platform media sosial yang paling dekat dengan bisnis Anda, dan rutinlah memberikan konten. Seminggu tiga kali boleh, setiap hari tentu lebih baik. Cobalah membuat tipe post yang berbeda, dan perhatikan mana saja yang memberikan performa baik. Jika Anda mampu memposisikan bisnis Anda sebagai teman bagi pelanggan, hasilnya akan lebih baik.  (Kanakata Creative)

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

marketing@kanakata.co

×