Menjadi Mentor Bisnis

  • date January 04 2022

Kisah sukses pelaku wirausaha selalu berhasil membakar semangat para pelaku bisnis baru. Mungkin dengan kesamaan latar belakang keluarga, kondisi ekonomi, atau jatuh bangun, kehadiran mentor bagi pelaku bisnis baru membantu mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama dan melangkah lebih maju dan cepat. Menjadi mentor merupakan kesempatan untuk mengubah nasib seseorang. Jika Anda terpanggil untuk menjadi pembimbing para pelaku bisnis baru, cek dulu, apakah Anda telah memiliki elemen-elemen ini.

 

Otentik

Mentees – orang yang diberi bimbingan, awalnya sering merasa terintimidasi oleh mentor dan mengira bahwa perjalanan bisnis selalu mulus dan hanya berpikir tentang hasil akhir – yang pasti sukses, daripada proses dan bagaimana cara mencapai kesuksesan tersebut. Di sinilah Anda berperan sebagai mentor. Mentor yang hebat adalah mereka yang mau berbagi pengalaman mengenai proses bisnis mereka, termasuk keputusan-keputusan apa yang mereka ambil selama perjalanan tersebut. Yang terpenting, mereka mau terbuka mengenai kegagalan yang dihadapi dan bagaimana mereka belajar dan mengatasinya. Mentor yang jujur dan otentik akan membantu mentee untuk mengambil keputusan saat mereka menghadapi kesulitan di masa mendatang.

 

Mendengar dan Memahami

Ada relasi ketidakseimbangan antara mentor dan mentee. Jika Anda menjadi mentor, besar kemungkinan mentee akan merasa terintimidasi untuk membagi pengalaman dan tantangan mereka, karena takut dianggap tidak memenuhi kualifikasi. Makanya penting untuk memahami mentee secara personal. Pahami bantuan apa yang mereka butuhkan dan apa yang memotivasi mereka. Dengarkan juga apa yang mereka tidak kemukakan langsung. Perlu diingat, mentorship merupakan proses dua arah. Bukan hanya mentee yang belajar pada Anda, ini bisa berlaku sebaliknya. Terbukalah kepada usulan atau pemikiran dari mentee.

 

Memotivasi & Memberdayakan

Sebagai mentor, peran Anda bukanlah memberikan instruksi kepada mentee, melainkan memotivasi dan memberdayakan agar tujuan mereka tercapai. Ajak mereka berpikir dengan mengajukan pertanyaan terbuka. Ketika mereka bersemangat mengajukan ide yang menurut Anda tidak akan berhasil, tetap dampingi dan beri panduan selama prosesnya.  

 

Menjalin Jaringan

Anda tentu sangat memahami bahwa akses dan kesempatan tidak berbanding lurus. Jika menemui mentee yang berpotensi, perkenalkan pada jaringan Anda yang kira-kira bisa membantunya berkembang.

 

Tentukan Ekspektasi

Cari mentee yang mau belajar dari pengalaman, pengetahuan, dan waktu Anda. Ungkapkan apa yang Anda harapkan dari mereka dan tanyakan apa yang mereka inginkan dari Anda. Transparan saja saat akan mengajukan diri sebagai mentor, karena kebanyakan orang takut dan enggan menanyakannya. (Kanakata Creative)

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

marketing@kanakata.co

×