Menciptakan Karakter Jahat nan Memikat

  • date July 05 2022

Pernahkah Anda terkesan atau bahkan mengagumi tokoh jahat dalam sebuah cerita, sehingga Anda tak lagi menganggapnya sebagai tokoh antagonis? Walaupun tak mudah, tapi Anda bisa mempelajarinya. Yuk kita mulai sekarang!

 

  1. Tiga Dimensi sang Tokoh

Membaca sepak terjang tokoh jahat terkadang bikin gemas sendiri dan ingin buru-buru mematikannya. Itu jenis pikat yang pertama. Jenis pikat yang kedua, Anda bukannya sebal, malah jatuh hati dan bersimpati padanya? Contoh paling mudah, film Joker yang mengetengahkan pengalaman masa lalu sehingga penonton menaruh simpati padanya dan mengerti alasan segala perbuatannya. Kita bisa melakukannya saat menciptakan tokoh pada novel.

 

Saat membuat cerita, penting untuk memberi pemahaman pada pembaca tentang penampilan fisik, sifat, latar belakang, motivasi, lingkungan sekitar, dan perkembangan karakter sang tokoh jahat. Itu sebabnya, buatlah tokoh jahat yang three dimensional (memiliki tiga dimensi). Metode three dimensional character ini adalah cara untuk menampilkan tiga sisi tokoh dalam sebuah cerita, mulai dari sisi fisik, sisi sosiologis, sampai sisi sisi psikologis. Sesuai namanya, sisi fisik tokoh mencakup deskripsi penampilan fisik tokoh, seperti tinggi, berat badan, jenis kelamin, dan ras. Sisi sosiologis menjelaskan aspek sosiologis seperti teman-teman, lingkungan sekolah, tetangga, pekerjaan, dan status sosial tokoh. Sedangkan, sisi psikologis mencakup minat, ketakutan, tujuan hidup, dan nilai-nilai pribadi tokoh.

 

  1. Alur Berpikir yang Realistis

Tokoh jahat disukai banyak orang karena kisah masa lalunya saja? Tidak! Kalau Anda ingin membuat tokoh jahat yang mampu memikat hati pembaca, alur berpikir tokoh Anda harus realistis, bahwa dia nyata adanya. Dengan kata lain, gali alasan mengapa seseorang melakukan tindak kejahatan, bukan sekadar ‘suka aja’. Pembaca perlu diberi gambaran, apa yang menjadi pandangan hidup si tokoh sehingga mendorongya melakukan kejahatan? Satu lagi nih, perlu menggiring opini pembaca agar memahami bahwa sang tokoh menganggap perbuatannya sudah sesuai dengan pandangan hidupnya dan merupakan hal yang benar. Jangan lupa, hubungkan juga pandangan hidup sang tokoh jahat itu dengan kisah masa lalunya. Dengan begitu, pembaca akan dengan menilai perbuatan sang tokoh jahat sebagai sesuatu yang masuk akal dan lebih mudah menaruh simpati pada tokoh itu.

 

  1. Bekali Tokoh Jahat dengan Kepandaian

Dari pengalaman Anda membaca, mungkin Anda menangkap kesamaan bahwa si jahat malah lebih cerdas dibandingkan si protagonist. Dengan segala cara, dia mampu menghambat perjuangan tokoh baik dengan sangat mulus. Ini dia nih, salah satu charming point lain yang bisa Anda tampilkan dari tokoh penjahat dalam cerita Anda, yaitu kecerdasannya.

 

Untuk membuatnya, coba tentukan topik yang mungkin menjadi ketertarikan tokoh jahat Anda dan lakukan riset yang mendalam tentang topik itu. Lalu, tampilkan pengetahuan yang Anda dapatkan itu dalam dialog sang tokoh jahat maupun cerita tentangnya. Kepintaran tokoh jahat ini tidak hanya menjadi pesona tokoh itu, melainkan akan menjadi cobaan juga bagi tokoh yang baik dalam mencapai tujuannya dan menciptakan suatu konflik yang lebih seru. (Kanakata Creative)

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

marketing@kanakata.co

×