Dilema Perang Harga

  • date October 20 2020

Salah satu hal yang cukup menantang dalam menjalani bisnis adalah menghadapi ‘perang harga’. Kompetitor, dengan jenis layanan dan produk yang kelihatannya mirip, mampu mematok harga jauh lebih rendah dari produk yang Anda tawarkan. Jika dihitung dengan cermat pun – menghitung bahan baku, proses produksi, hingga pemasaran – harga kompetitor tidak ‘masuk’.  Bagaimana mereka bisa mendapat untung dengan membanting harga sedemikian rupa?

 

Tantangan ini dirasa semakin berat oleh pengusaha UKM ketika berdampingan dengan perusahaan besar yang bisa lebih fleksibel menurunkan margin keuntungan. Sebaiknya pelaku UKM sejak awal tidak memaksakan diri untuk bertempur dalam perang harga karena bisa dipastikan cara ini tidak akan melanggengkan bisnis dan hanya akan menurunkan nilai produk atau jasa mereka. Apakah harga merupakan satu-satunya faktor yang menyebabkan Anda takut kalah bersaing dengan pelaku bisnis sejenis? Rasanya tidak. Empat strategi ini bisa dipakai untuk menarik konsumen tanpa mengorbankan harga.    

  

  • Tentukan Target Pasar

Yang berhasil memenangkan perang harga adalah yang bisa memberikan harga terendah. Ini artinya, citra merek (brand image) Anda lebih dikenal sebagai penyedia harga murah, kualitas adalah nomor sekian. Produk atau jasa Anda hanya akan dipilih oleh pelanggan yang sangat sensitif terhadap harga. Jika Anda tidak mau kompromi soal kualitas, berarti perlu menyasar target konsumen yang memang mau menghargai kualitas produk dan jasa Anda. Pastikan Anda pun bisa memenuhi kualitas yang Anda janjikan kepada konsumen.

 

  • Menjadi Solusi bagi Pelanggan

Tidak sedikit perusahaan yang fokus pada produknya semata, bukan pada solusi yang diinginkan oleh konsumen. Wajar jika Anda berpikir demikian, karena ini adalah hal yang paling mudah. Bagaimana kalau diubah sudut pandangnya? Daripada melulu membahas kelebihan produk dan jasa Anda, promosikan bagaimana produk dan jasa Anda bisa menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh konsumen. Dengan begini, Anda akan lebih mudah meyakinkan calon konsumen bahwa mereka memang membutuhkan jasa atau produk Anda.  Bonusnya, ketika konsumen ternyata terbantu dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan, mereka akan senang dan rela hati membeli produk atau menggunakan jasa Anda. Jadi, masih ingin ikut dalam perang harga?

 

  • Pemasaran Tepat

Target pelanggan dan harga sudah tidak lagi menjadi masalah, berikutnya adalah memasarkan produk dan jasa Anda. Di sinilah letak pentingnya membangun cerita dari produk atau jasa, yang membedakan Anda berbeda dan patut dicari oleh konsumen. Anda perlu memikirkan dengan cermat, mulai dari pengemasan produk hingga layanan purna jual. Setiap cerita yang Anda kisahkan, merupakan bagian dari pencitraan bisnis Anda. Berlebihankah langkah seperti ini untuk bisnis skala kecil dan menengah? Tidak, mengingat Anda bisa meningkatkan skala bisnis tanpa harus susah payah berperang harga. Jika Anda mengalami kesulitan untuk membangun brand story untuk bisnis Anda, kontak kami di marketing@kanakata.co atau tinggalkan pesan di bawah untuk mendapatkan solusinya.  

 

  • Pertahankan Kualitas

Sebagai pemilik bisnis, Anda pasti percaya akan kualitas produk atau jasa Anda. Tantangan berikutnya adalah, bagaimana meneruskan keyakinan ini kepada konsumen. Selain merek dan pemasaran yang kuat, ada strategi lain yang bisa dicoba, misalnya dengan memberikan contoh gratis atau jasa konsultasi selama periode tertentu. Anda memberikan kesempatan bagi calon pelanggan untuk berkenalan dengan produk atau jasa Anda sebelum menggunakannya. Begitu rasa percaya itu terbangun, maka mengubah mereka menjadi pembeli tentu akan lebih mudah – dibandingkan banting harga terus-menerus.

Kanakata Creative

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

jessica@kanakata.co

phone

085921153583

×