CEO Talks: Menempuh Jalan Sunyi

  • date October 05 2021

Saat saya memilih resign dari perusahaan dan membangun bisnis bersama partner, seorang teman yang sudah lebih dulu punya usaha, mengingatkan saya, “Benar keputusanmu sudah final? Kamu nggak bisa balik lagi, dan siap-siap jalan sendiri!”  Awalnya saya menganggap peringatan itu berlebihan. Toh kalau tidak berhasil, saya bisa kembali lagi berkantor, mengingat saat itu media juga masih berjaya, dan kemampuan saya masih relevan dengan kebutuhan pasar. Berbisnis seperti fase baru dalam hidup, dan tidak perlu ditakutkan berlebihan. Selalu ada jalan. Optimisme memenuhi pikiran saya saat itu.

Pada tahun pertama menjalani bisnis, saya dan partner disibukkan dengan klien-klien yang terus berdatangan, deal dengan mudah tanpa perlawanan berarti. Bisa dikatakan, kami benar-benar menikmati masa ‘bulan madu’ sebagai pengusaha. Perlahan-lahan, lingkaran pertemanan saya menyempit, tidak lagi bebas bergaul dengan mantan teman sekantor karena jadwal yang berbeda. Saat mulai bertemu, awalnya masih seru, tetapi lama-kelamaan jadi berbeda topik pembicaraan. Saya merasa tidak bisa bebas curhat mengenai kegelisahan saya menjalani bisnis, karena di satu sisi, saya tidak mau dianggap salah mengambil keputusan. Di sisi lain, memang ada beberapa hal yang tidak nyambung, karena challenge kami berbeda.

Terngiang kembali ‘peringatan’ di awal saya membangun bisnis. Siapkah saya berjalan sendiri? Ketika bisnis meningkat, sejumlah penyesuaian harus dilakukan, saya pun makin berjarak dengan kehidupan sosial saya. Tak jarang, saya merasa asing saat bertemu dengan teman-teman ketika reuni, atau sibuk mengernyitkan dahi saat menemukan value yang berbeda saat bergabung dalam organisasi sosial. Tetapi untunglah, saya tidak benar-benar berjalan sendiri. Memiliki partner bisnis sangat membantu saya untuk bertukar pikiran, termasuk mengungkapkan kegelisahan dan kekhawatiran. Dan mungkin karena merasa senasib sepenanggungan, kami bisa saling mendukung dan berusaha mencari solusi, sambil tentu saja menghubungi mentor agar tidak keluar jalur.

Sejauh ini, cara ini berhasil dan saya tidak keberatan untuk menempuh jalan sunyi ini. Ini pulalah yang memantapkan saya untuk terus menjalaninya, karena benar, tidak ada alasan untuk putar balik. Terus terang, kalau ditanya apakah saya akan kembali kerja kantoran… sampai detik ini, saya rasa, saya tidak sanggup melakukannya. Saya semakin meyakini, menempuh perjalanan sepi bersama partner bisnis yang memiliki value dan visi yang sama adalah yang terbaik untuk saya.

Rully Larasati, CEO Kanakata Creative

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

jessica@kanakata.co

phone

085921153583

×