Berpikir Kreatif untuk Pelaku Usaha

  • date September 01 2020

Apa sih modal utama bagi pelaku wirausaha agar bisa berhasil? Passion, tekad, keteguhan, dan kemampuan untuk berinovasi ternyata belum cukup. Selain keempat itu dan nyali besar, berpikir kreatif merupakan salah satu kunci utama bagi pengusaha agar bisa berdiri, bertahan, serta melaju di tengah sengitnya persaingan bisnis.

 

Berpikir kreatif berhubungan dengan cara kita melihat masalah atau menghadapi situasi dengan sudut pandang yang berbeda. Mungkin kita lebih familiar dengan istilah thinking outside the box, menghindari cara-cara biasa, dan lebih fokus mengarahkan cara berpikir yang lebih inovatif dalam menghadapi persoalan. Saat kita mampu melihat pola yang tidak bisa dibaca oleh orang lain, menjalin relasi dengan orang baru, atau menciptakan produk dan konsep yang belum pernah ada, itu juga bentuk berpikir kreatif.  

 

Pertanyaannya, apakah semua orang memiliki potensi ini? Jawabannya: YA, asalkan terus diasah dan berusaha konsisten untuk memiliki daya pikir kreatif ini. Sebagai awalnya, cobalah memulai sesuatu yang baru, misalnya belajar bahasa asing atau sekadar coba-coba membuat kue. Secara tidak langsung kita akan menemukan metode belajar juga menemukan solusi atas masalah yang kita hadapi seputar membuat kue misalnya. Jika terus diasah, kepekaan untuk berpikir kreatif akan semakin tajam. 

 

Sebagai pelaku usaha, kita perlu melatih cara berpikir kreatif saat menjalankan bisnis. Pertama adalah membangun kebiasaan berpikir divergen dan convergen. Berpikir divergen adalah mencari banyak alternatif jawaban atas satu persoalan, biasanya menggunakan teknik brainstorming dan mind mapping. Dari sini kita bisa mengeliminasi mana yang tidak sesuai, sekaligus melihat pemetaan persoalan. Sebaliknya, berpikir konvergen adalah mencari satu solusi terbaik dari satu persoalan. Dengan menggabungkan dua cara berpikir ini, kita akan bisa melihat dari perspektif yang berbeda saat menghadapi satu persoalan yang sama. 

 

Kedua, bersikap adaptif dan fleksibel saat berproses, tidak melulu memaksakan diri untuk menemukan solusi. Pelaku usaha diharapkan bisa bersikap tidak menghakimi, positif, serta terbuka pada kemungkinan dan kesempatan. Berikutnya, jalin kolaborasi dengan orang yang berbeda pemikiran dengan kita. Ini memang menjadi tantangan tersendiri, terutama saat berdiskusi, tetapi pada akhirnya kita akan mendapatkan jawaban-jawaban yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.  (Kanakata Creative)

 

Foto: Background photo created by freepik - www.freepik.com

 

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

jessica@kanakata.co

phone

085921153583

×