Bekerja dengan Xenial (dan Generasi Lainnya)

  • date March 22 2021

Sebutan generasi xenial memang tidak terlalu populer dibanding generasi milenial. Xenial merupakan sebutan bagi mereka yang lahir antara tahun 1977 hingga 1985. Mereka terlalu muda jika dikatakan menciptakan X namun juga terlampau tua bila disebut milenial. Kehadiran xenial, menjembatani kesenjangan antara mereka yang merupakan generasi X dan di bawah mereka, milenial.

Generasi mikro ini menghabiskan masa kecil mereka tanpa komputer. Mereka tumbuh dewasa tepat saat gelembung dot-com pertama. Mereka menghabiskan masa dewasa muda dengan pertama kali berkenalan dengan layanan yahoo, Friendster, Myspace, Multiply dan sebagainya.

Sebagai generasi penghubung, xenial punya karakter kombinasi. Mereka tidak sesinis generasi X namun mereka juga tidak seoptimistis atau menggebu-gebu seperti milenial. Generasi xenial pernah ikut mengecap pahitnya masa krisis ekonomi terberat, mahalnya biaya sekolah, gonjang-ganjing politik , dan lain sebagainya.

              

Generasi Adaptif

Saat ini, generasi xenial sekurangnya telah berada di tempat kerja selama 20 tahun. Karena lahir di antara dua generasi, xenial adalah generasi yang adaptif. Mereka beradaptasi dengan mudah sebagaimana dibuktikan dengan seberapa baik mereka bertransisi dari masa kanak-kanak di zaman analog dan saat dewasa, ketika semuanya telah beranjak ke digital. Tidak heran bila generasi xenial dapat berpikir secara abstrak, tahu cara menemukan solusi baru, dan memberikan nilai. Karena adaptif, mereka dapat menyesuaikan ke berbagai sudut pandang dalam sekejap. Sifat unik ini menjadikan generasi ini sebagai anggota tim yang hebat. Mereka dapat bekerja dengan baik dengan Gen X karena masa kecil mereka melakukan hal-hal Gen X—namun mereka juga tahu cara bekerja dengan milenial dan generasi Z.

 

Bila Anda adalah pimpinan perusahaan, pastikan Anda mengelola tenaga kerja multigenerasi ini dengan benar;

 

1. Hindari pelabelan

Manajemen Anda tidak boleh berbicara tentang perbedaan generasi. Sebaliknya, mereka harus fokus pada bagaimana meningkatkan hubungan setiap pekerja terlepas dari usia masing-masing. Tekankan nilai kerja tim, komunikasi terbuka, dan kolaborasi.

 

2. Berikan kesempatan terbuka untuk semua

Promosi dan peluang lain harus didasarkan pada keterampilan dan prestasi, bukan senioritas. Dengan cara ini, perbedaan usia tidak menjadi masalah. Selain itu, saat mengatur staf proyek Anda, cobalah mencampur dan mencocokkan karyawan berdasarkan nilai yang mereka tawarkan bukan berdasarkan usia.

 

3. Evaluasi yang setara

Evaluasi karyawan Anda berdasarkan siapa mereka sebenarnya dan nilai yang mereka bawa ke meja. Jangan menilai mereka berdasarkan generasinya. Belajarlah untuk menghargai berbagai tujuan, kekuatan, dan kemampuan karyawan Anda. (Kanakata Creative)

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

jessica@kanakata.co

phone

085921153583

×