8 Cara Menulis Novel Fantasi

  • date November 01 2022

 

Novel fantasi dapat membawa pembaca ke beragam realitas fiksi, Akan tetapi, dunia fantasi perlu dibangun secara intensif yang benar-benar dibangun dari nol—karena Anda membawa pembaca ke dunia yang tidak pernah alami sebelumnya.  Jika Anda berencana menulis novel genre ini, delapan hal ini patut dipertimbangkan.

 

1. Penulis adalah pembaca yang tekun. Anda hanya bisa menulis sebaik Anda membaca. Pelajari klasik genre fantasi, perhatikan pendekatan setiap penulis fantasi—misalnya, pembangunan dunia, pengembangan karakter, atau alur cerita—dan bagaimana pendongeng menggali aspek yang menurut Anda paling menakutkan.

 

2. Kenali pasar. Untuk penulis fantasi pemula, sangat penting untuk mempertimbangkan audiens Anda. Apakah Anda menulis untuk anak-anak, dewasa muda, atau pembaca yang lebih dewasa? Mengidentifikasi pasar Anda dapat membantu dengan strategi penjualan serta menginformasikan keputusan kreatif.
 

3. Mulai dari yang kecil. Menciptakan alam semesta fiksi adalah upaya besar-besaran. Kenali dunia fantasi Anda dengan menulis cerita pendek yang melibatkan karakter utama Anda atau orang lain—tanpa rencana untuk diterbitkan. Sebelum menulis The Hobbit, J.R.R. Tolkien menulis beberapa kisah yang belum pernah dirilis yang berlatar di Middle-Earth. Hal ini memungkinkan Anda untuk membentuk fiksi fantasi Anda tanpa tekanan (harus terbit, harus laku dan lain sebagainya).
 

4. Menulis fantasi sering kali melibatkan penciptaan dunia baru. Luangkan waktu untuk melakukan hal itu dengan membayangkan tidak hanya geografi tempat itu, tetapi juga adat istiadat, budaya, dan sejarahnya. Fantasi terbaik menjalin detail yang terkadang biasa-biasa saja ini ke dalam plot.

5. Pilih sudut pandang. Sebuah novel fantasi atau seri fantasi dapat dimainkan sebagai orang ketiga melalui narator mahatahu, atau orang pertama melalui mata satu atau banyak karakter.

 

6. Temukan karakter Anda. Hindari kiasan fantasi yang melelahkan dengan merancang karakter yang kompleks, unik, dan tidak sempurna seperti orang di dunia nyata. Jika Anda benar-benar dapat membuat sketsa karakter Anda, lakukanlah—jika tidak, tuliskan semua yang Anda bisa tentang mereka. "Wawancarai" karakter Anda dengan mengajukan serangkaian pertanyaan standar tentang motif, emosi, kebiasaan, dan sejarah mereka.
 

7.  Buat dan pertahankan aturan. Bahkan fantasi yang paling epik pun harus didasarkan pada realitasnya sendiri sehingga terasa dapat dipercaya. Jika ini adalah buku pertama Anda yang berlatar dunia fiksi, pertimbangkan untuk meneliti beberapa dasar masyarakat seperti politik atau ekonomi. Ajukan pertanyaan yang jelas seperti, “Bagaimana desa ini terbentuk?” atau “Bagaimana tata cara suatu mantra diucapkan?”
 

8. Tulis dialog otentik. Gaya bicara masing-masing karakter Anda dapat berbicara tentang suasana hati dan motivasi, serta asal-usul budaya mereka dalam peradaban yang Anda buat. Daripada menjejalkan informasi terlalu banyak dalam percakapan, gunakan tindakan untuk memajukan plot sambil memperlakukan dialog sebagai kesempatan untuk menyampaikan perasaan yang lebih baik tentang siapa karakter Anda. Jangan tergoda untuk menjelaskan semuanya dan memperkenalkan semua orang di beberapa halaman pertama karena hal itu dapat membuat pembaca kewalahan. (Kanakata Creative)

Foto: freepik.com

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

marketing@kanakata.co

×