6 Jenis Akhir Cerita

  • date July 19 2022

Sudah membaca artikel Tips Membuat Akhir Cerita, namun masih bingung bagaimana mengakhiri cerita yang sudah ditulis? Di bawah ini tertera jenis akhir cerita yang bisa memudahkan Anda untuk menentukan akhir yang sempurna untuk cerita Anda. Mari kita lihat, dari enam jenis ini, mana yang paling pas untuk cerita Anda.

 

  1. Akhir cerita tuntas

Pada akhir cerita jenis ini, tokoh utama telah mengalami perkembangan karakter, nasib akhirnya jelas, dan masalah dalam cerita telah terselesaikan. Artinya happy ending? Nggak juga. Anda juga bisa membuat sad ending yang tuntas. Ada juga kok cerita-cerita yang membuat pembaca merasa sedih ketika mereka membaca bagian akhirnya namun tetap memenuhi ketiga kriteria akhir cerita tuntas di atas. Jadi sah-sah saja jika Anda mau membuat sad ending yang tuntas.

  1. Akhir cerita tidak tuntas

Akhir jenis ini biasanya digunakan untuk buku-buku yang merupakan bagian dari sebuah seri. Nasib akhir tokoh utama belum jelas dan masalah yang diceritakan masih belum sepenuhnya terselesaikan. Biasanya, akhir cerita jenis ini menyajikan cliffhanger yang menegangkan agar pembaca mau menanti-nanti kisah lanjutannya.

  1. Akhir cerita dengan twist

Kadang-kadang sebuah cerita berakhir dengan penyelesaian kilat sebuah situasi genting berupa sebuah plot twist. Akhir cerita yang tidak terduga memang bisa mengejutkan dan menyenangkan pembaca, namun juga bisa jadi menjengkelkan jika muncul tanpa alasan dan terkesan dipaksakan. Kalau Anda butuh contoh, bacalah buku karya Agatha Christie dan Arthur Conan Doyle. Buku-buku mereka mampu menciptakan akhir cerita yang memuaskan dengan plot twist.

  1. Akhir cerita ambigu atau tidak terduga

Nah, akhir cerita ambigu adalah akhir cerita yang memungkinkan pembaca menginterpretasikan sendiri bagaimana akhir dari sebuah cerita, apakah masalah terselesaikan atau tidak. Sang pengarang tidak menyajikan penyelesaian masalah secara utuh sehingga tidak ada kesimpulan yang jelas.

  1. Akhir cerita lingkaran (tied ending/ circle ending)

Jenis akhir cerita yang ini nih sebetulnya adalah awal dari cerita itu sendiri, jadi seperti lingkaran saja yang pada akhirnya titik tertentu akan dicapai lagi setelah dikelilingi. Jadi, saat membaca akhir cerita, Anda akan kembali lagi ke awal cerita.

  1. Akhir cerita meluas

Cerita dengan akhir jenis ini akan punya akhir cerita yang lebih luas karena bukan hanya memiliki akhir dari alur saja, namun juga memiliki epilog. Epilog ini berisi kesimpulan pesan moral dari cerita ini yang fungsinya untuk mengarahkan pembaca agar menangkap pesan moral yang hendak pengarang sampaikan. (Kanakata Creative)

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

marketing@kanakata.co

×