5 Langkah Menulis Novel Roman

  • date September 06 2022

Ada kesamaan dari novel roman yang laris: memiliki karakter kuat, kisah yang berliku dan memikat, dan tentu saja adegan-adegan yang bikin deg-degan. Jika masih kurang puas dengan novel roman yang ada sekarang, mungkin ini saatnya membuat versi Anda sendiri. Sudah siap?

 

  1. Tentukan subgenre.

Novel roman memiliki penggemarnya masing-masing; mulai dari remaja, dewasa muda, hingga dewasa. Dari sini, tentukan kira-kira isyu apa yang paling dekat dengan target pembaca ini. Siapa pun target pembaca yang dipilih, jangan membatasi referensi bacaan hanya dari satu subgenre, terbatas hanya novel remaja atau dewasa. Dengan membaca banyak jenis roman, akan membantu memahami jalan cerita dan besar kemungkinan memicu munculnya ide baru.

 

  1. Tentukan latarnya.

Ini penting. Kisah cinta berlatar belakang tahun 1970-an, tentu berbeda dengan tahun 2020-an misalnya. Isyunya bisa serupa, tetapi di masing-masing era tentu ada kekhususannya. Misalnya, kita tidak bisa mengatakan sang tokoh menggunakan ponsel ketika latar yang diambil adalah tahun 1960-an. Atau berkirim pesan lewat telegram di tahun 2000-an. Buat latar sespesifik mungkin agar pembaca bisa membayangkan gambaran yang anda tulis, dan pada akhirnnya meninggalkan kesan mendalam.

 

  1. Ciptakan karakter utama yang menarik.

Penokohan yang kuat juga merupakan salah satu hal utama saat menulis novel roman. Pembaca akan lebih mudah terhubung dengan cerita ketika mereka menemukan chemistry dengan sang tokoh utama. Pastikan karakter yang Anda ciptakan memiliki sudut pandang tertentu mengenai hubungan romantic. Misalnya latar belakang si tokoh yang kerap berada dalam lingkungan toksik, tantangan yang ia hadapi saat memperjuangkan cintanya, dan seterusnya. Sesungguhnya, menulis roman tidak berbeda jauh dengan menulis fiksi lainnya, hanya saja lebih berfokus pada dinamika kisah cinta dua orang.

 

  1. Pola sama? Wajar kok!  

Semakin sering membaca novel roman, mungkin sudah bisa menangkan kesamaan pola di dalamnya. Misalnya sahabat yang menjadi kekasih, atau cinta terlarang karena perbedaan status, jatuh cinta pada sepupu kekasih, dan seterusnya. Plot roman seperti ini memang yang dicari oleh pembaca roman, jadi jangan takut untuk menerapkannya di novel yang Anda tulis. Tapi ingat, ada kemungkinan pembaca akan bosan dan tak lagi menarik minat jika karya roman yang ditulis terlalu sama dengan yang sudah ada. Anda bisa mencoba menyarikan dari beragam roman novel yang ada, dan buatlah versi Anda sendiri. Sebagai contoh, pembaca mengharapkan akhir yang bagagia, mungkin Anda bisa memberikan akhir yang tak sepenuhnya membahagiakan si tokoh. Begitu penulis bisa selangkah di depan dari pembaca, ini akan membuat mereka terus membaca tulisan tersebut hingga selesai.

 

  1. Adegan mesra… seberapa perlu?

Ketika baru pertama kali menulis novel roman, mungkin Anda kesulitan untuk memasukkan adegan mesra. Terlalu sedikit, salah, terlalu banyak apalagi. Selain mempertimbangkan subgenre – jangan memasukkan adegan dewasa ke novel remaja misalnya, pertimbangkan juga bagaimana adegan tersebut dapat memberikan perubahan pada tokoh. Sama seperti kehidupan nyata, ada kalanya orang yang paling kuat sekalipun, akan rapuh ketika berhadapan dengan cinta.

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

marketing@kanakata.co

×