4 Tips Menciptakan Konflik dalam Cerita

  • date May 03 2022

Cerita mustahil menarik tanpa kehadiran konflik. Konflik tidak melulu harus berbau negatif seperti pertengkaran. Gampangnya, konflik adalah bentrokan antara tokoh cerita dengan hal tertentu dalam cerita itu, seperti dirinya sendiri, tokoh lain, lingkungannya, hal-hal adikodrati, teknologi, atau alam. Sulitnya adalah… saat menciptakan konflik tersebut dalam cerita. Tenang, kami punya tipsnya untuk Anda.

 

  1. Sesuaikan jenis konflik dengan genre cerita.

Genre menentukan konflik. Ini akan memudahkan Anda menentukan jenis konflik yang cocok sekaligus menarik untuk cerita Anda. Misalnya, jika Anda sedang menulis kisah fiksi ilmiah, ciptakan konflik antara manusia dengan teknologi. Atau untuk jenis tulisan horor, buatlah konflik antara manusia dengan hal gaib.

  1. Tentukan keinginan besar tokoh utama dan halangannya.

Sebelum menciptakan halangan-halangan yang akan dihadapi sang tokoh cerita, tentukan lebih dahulu apa yang ingin ia capai dalam cerita tersebut. Dari situ, barulah membuat rintangan yang mempersulit dia untuk mencapai keinginannya. Misalnya dengan memunculkan tokoh lain yang memiliki nilai hidup yang berbeda. Anda juga dapat membuat tokoh lain yang sama kuat atau bahkan lebih kuat dari tokoh utama untuk menciptakan tekanan emosional bagi tokoh utama. Dengan begitu, konflik yang Anda buat akan terasa menyentuh dan memikat pembaca.

  1. Tambahkan intensitas tekanan dan tingkat kerumitan konflik secara bertahap.

Konflik yang berisi masalah dengan intensitas atau tekanan yang mirip-mirip, akan menyegerakan pembaca untuk menutup buku. Solusinya, perlu membangun konflik yang semakin lama semakin rumit, dengan intensitas tekanan yang terus bertambah. Berikan masalah-masalah baru yang terkesan sangat sulit untuk diselesaikan tokoh utama. Dengan begitu, pembaca cerita Anda akan terus tertarik untuk mencari tahu bagaimana upaya sang tokoh utama untuk menyelesaikan konflik dan di akhir cerita pembaca akan merasakan kelegaan yang besar setelah tokoh utama berhasil menyelesaikan konflik itu. Pembaca pun akan menilai konflik yang ada di cerita Anda sebagai sesuatu yang bermakna dan menarik.

  1. Buatlah konflik yang rasional dan bisa dipercaya.

Konflik cerita yang irasional dan tidak dapat dipercaya dapat menimbulkan tanda tanya selama membaca cerita Anda. Ini berpotensi membuat pembaca tidak fokus dan akhirnya menyudahi membaca cerita Anda begitu saja. Jangan sampai kerja keras Anda sia-sia hanya karena mengetengahkan konflik yang terlalu di luar jangkauan.

 

Perlu bantuan untuk pendampingan naskah fiksi maupun keperluan akedemis? Tinggalkan pesan di bawah ini atau langsung e-mail kami di marketing@kanakata.co (Kanakata Creative)

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

marketing@kanakata.co

×