4 Alasan Kenapa Bisnis Kecil Gagal

  • date August 17 2021

Menurut statistik yang dipublikasikan oleh Small Business Adminisitration (SBA) pada tahun 2019, sekitar 20% bisnis startup gagal di tahun pertama. Separuhnya akan gagal dalam waktu tahun kelima. Memasuki tahun ke sepuluh, hanya sekitar 33% yang bertahan.

Angka ini agak suram. Dan pada tahun 2020, bisnis skala kecil yang bertahan semakin sulit untuk berada di posisi mereka karena terdampak pandemi, yang secara langsung dan tidak langsung berakibat pada penurunan penjualan. 

 

Ketika ada ada banyak kondisi sebagai hasil mengapa satu bisnis tersebut gagal, kebanyakan dari para pelaku bisnis pemula ini tidak berhasil karena mereka membuat kesalahan yang sama. Berikut adalah 4 alasan teratas mengapa bisnis gagal dan apa yang bisa Anda lakukan untuk menghindarinya.

 

1. Memulai Bisnis dengan alasan yang salah.

Percaya atau tidak, kegagalan bisnis yang paling sering terjadi erat berhubungan dengan alasan pemilik ingin memulai bisnis. Coba tanyakan pada diri sendiri, mengapa Anda ingin membuat bisnis? Ingin mempunyai banyak uang? Supaya bisa punya banyak waktu dengan keluarga? Atau sesederhana supaya tidak harus bekerja dengan atasan yang menyebalkan? Jangan lupa, itu adalah keuntungan yang diperoleh dari seorang pebisnis yang sukses ketika bertahun-tahun bekerja keras, bukan alasan mereka untuk memulai bisnis.  

 

2. Tidak ada pasarnya atau pasarnya terlalu kecil.

Ide bisnis terbaik pun akan gagal jika tidak ada pasar yang akan membeli produk atau jasa Anda. Atau pasar tersebut tiba-tiba lenyap karena adanya perubahan ekonomi atau bencana alam. Berhubung kita tidak bisa menentukan bencana (termasuk pandemi), sebelum memulai bisnis, Anda harus memastikan apakah ada calon pembeli untuk produk atau jasa Anda, dan apakah pasar tersebut cukup besar untuk menghidup bisnis Anda. Pasar Anda bukan untuk semua orang, melainkan sekelompok orang tertentu yang mampu Anda tangkap melalui strategi marketing yang Anda rencanakan. Pastikan juga bahwa pasar dan kebutuhan pelanggan itu bisa berubah seiring berjalannya waktu.

  

3. Manajemen yang buruk.

Ini merupakan satu alasan tertinggi mengapa bisnis gagal. Kebanyakan pengusaha baru tidak menguasai bisnis yang ia miliki dan kemampuan manajemen di bidang keuangan, pembelian, penjualan, produksi, dan mengelola SDM. Jika pemilik bisnis tidak menyadari kekurangan mereka dan tidak segera mencari bantuan, maka kegagalan sudah menanti. Jika tidak bisa mengambil karyawan keterbatasan dana, mau tidak mau pemilik usaha setidaknya memahami mengenai keuangan dasar. Atau bisa juga memakai jasa freelancer. 

Penting bagi pemilik bisnis untuk secara teratur mengontrol semua aktivitasdan operasional bisnis, termasuk mempelajari pasar dan pelanggan, juga apa saja yang diminati dan tidak diminati dari produk atau jasa Anda. Sebagai pimpinan, Anda perlu menciptakan suasana kerja yang produktif dan mengembangkan SDM yang dimiliki. Kemampuan untuk berpikir strategis, menentukan visi dan misi, beradaptasi dengan perubahan juga mutlak dimiliki oleh seorang pemilik bisnis.    

 

4. Kekurangan modal

Kesalahan umum kegagalan suatu bisnis adalah ketidakcukupan dana operasional. Terkadang pemilik bisnis tidak memahami arus uang atau seberapa banyak dana yang dibutuhkan untuk menjalani suatu bisnis. Akhirnya, mereka terpaksa menutup bisnis, bahkan sebelum memulainya. Bisa jadi, mereka menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap keuntungan yang akan didapat.

Sudah seharusnya Anda mengetahui berapa dana yang dibutuhkan untuk memulai dan mempertahankannya. Perlu dipertimbangkan, setidaknya bisnis baru bisa dikatakan berjalan jika mampu bertahan selama lebih dari satu tahun. Artinya, penjualan Anda harus bisa menutupi ongkos produksi, gaji, dan memberikan keuntungan. (Kanakata Creative)

Send Message

location

GED 88, Tower A Level 38, Kota Kasablanca Jl. Casablanca Raya, Kav. 88, Jakarta 12870

email

jessica@kanakata.co

phone

085921153583

×